Taipei, Taiwan – Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Taiwan Character Brand Licensing Association (TCBLA) dan Association of Visual Arts (AVA) pada tanggal 03 Juni 2026 di Taipei, Taiwan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama industri kreatif digital antara Indonesia dan Taiwan.
Penandatanganan kerja sama tersebut difasilitasi oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan menjadi momentum penting dalam membuka peluang kolaborasi di bidang animasi, game, digital content, character licensing, intellectual property (IP), hingga pengembangan industri kreatif berbasis teknologi digital. Kerja sama ini juga mendapat perhatian dari berbagai media Taiwan sebagai salah satu langkah konkret memperkuat hubungan ekonomi kreatif kedua negara.

Indonesia dan Taiwan Saling Melengkapi
Ketua Umum AGKDI, Hendri Andrigo Sutanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada TAITRA yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.
Menurutnya, penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari kerja sama jangka panjang yang diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi nyata antara pelaku industri kreatif Indonesia dan Taiwan.
Indonesia memiliki pasar kreatif yang sangat besar dengan pertumbuhan industri digital yang terus meningkat, didukung oleh kekayaan budaya, cerita rakyat, karakter lokal, serta talenta kreatif yang melimpah. Di sisi lain, Taiwan memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan animasi, visual effect, character licensing, serta kualitas produksi digital yang telah diakui secara internasional.

Kombinasi kedua kekuatan tersebut diyakini mampu menciptakan ekosistem kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Mendorong Lahirnya Hub Animasi dan Konten Digital Indonesia
Melalui kerja sama ini, AGKDI berharap dapat mendorong terbentuknya Animation & Digital Content Hub Indonesia, yang akan menjadi wadah bagi studio animasi lokal, kreator digital, developer game, dan pemilik intellectual property untuk bertemu dengan mitra industri dari Taiwan.
Hub tersebut diharapkan dapat menjadi pusat kolaborasi produksi bersama (co-production), transfer teknologi, pengembangan talenta, hingga perluasan pasar internasional bagi karya-karya kreatif Indonesia.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan konten anak dan keluarga yang mengangkat nilai budaya lokal Indonesia dengan standar produksi internasional.
Momentum Baru Kerja Sama Industri Kreatif Asia
Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi kreatif global mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Berdasarkan data Licensing International Global Study 2025, nilai penjualan ritel global dari produk dan layanan berbasis lisensi mencapai sekitar US$369,6 miliar pada tahun 2024, menunjukkan bahwa industri IP dan lisensi telah menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif dunia.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia dinilai memiliki potensi yang sangat besar dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, dominasi generasi muda, penetrasi internet yang tinggi, serta kekayaan budaya yang menjadi sumber inspirasi pengembangan karakter dan konten digital.
Sementara itu, Taiwan memiliki kekuatan dalam pengembangan karakter original, animasi, visual effect, licensing, hingga produksi digital berstandar internasional. Kondisi tersebut menjadikan kedua negara memiliki karakteristik industri yang saling melengkapi dan berpotensi menciptakan kolaborasi yang kuat di pasar Asia maupun global.

Fokus Kerja Sama: Kolaborasi Industri dan Pengembangan IP Bersama
MoU ditandatangani oleh Ketua Umum AGKDI Hendri Andrigo Sutanto, Chairman TCBLA Cheng Wen-Fu, dan Executive Director AVA Huang Chun-Chieh.
Melalui kerja sama tersebut, ketiga organisasi sepakat mengembangkan berbagai program bersama yang meliputi:
- Pertukaran informasi dan kerja sama industri kreatif digital;
- Business matching antara perusahaan Indonesia dan Taiwan;
- Pengembangan game, animasi, dan digital content secara kolaboratif;
- Pengembangan dan komersialisasi Intellectual Property (IP) bersama;
- Character licensing dan brand collaboration;
- Promosi internasional produk kreatif Indonesia dan Taiwan;
- Pengembangan pasar regional Asia hingga pasar global.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai proyek lintas negara yang mampu meningkatkan daya saing industri kreatif kedua negara di tingkat internasional.



Menjadi Jembatan Ekosistem Kreatif Indonesia
Sebagai organisasi yang menaungi industri game dan konten digital nasional, AGKDI menyatakan kesiapan untuk menjadi penghubung antara perusahaan Taiwan dengan ekosistem kreatif Indonesia, termasuk studio animasi, pengembang game, platform OTT, televisi, institusi pendidikan, komunitas kreatif, hingga pemangku kepentingan pemerintah.
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai proyek baru, pengembangan intellectual property bersama, serta membuka peluang investasi dan bisnis baru di sektor ekonomi kreatif digital.
Membuka Peluang Baru Industri Kreatif Indonesia
AGKDI optimistis bahwa kemitraan strategis bersama TCBLA dan AVA akan menjadi awal dari berbagai program kolaborasi nyata, mulai dari pengembangan karakter lokal Indonesia, produksi animasi bersama, pertukaran talenta kreatif, pengembangan game dan digital content, hingga peningkatan kapasitas industri kreatif nasional menuju pasar global.
Melalui sinergi ini, Indonesia dan Taiwan diharapkan dapat bersama-sama membangun masa depan industri kreatif digital yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kreatif kedua negara di tingkat internasional.