Jakarta, 14 April 2026 — Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) melaksanakan audiensi resmi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka memperkuat kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku industri digital, khususnya dalam pengembangan industri game dan konten digital berbasis budaya Indonesia.
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Bapak Insan Abdirrohman, S.H., M.Si., selaku Direktur Pengembangan Budaya Digital, beserta jajaran dari Direktorat Kebudayaan. Audiensi ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan visi antara pemerintah dan industri dalam mendorong percepatan transformasi digital yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya nasional.

Dalam kesempatan tersebut, AGKDI menyampaikan laporan pelaksanaan program sepanjang tahun 2025, khususnya melalui penyelenggaraan Indonesia Game Experience (IGEX) sebagai platform utama pengembangan ekosistem game nasional. Kegiatan IGEX yang telah dilaksanakan di berbagai kota besar dinilai berhasil mendorong kolaborasi lintas sektor, meningkatkan partisipasi talenta muda, serta memperkuat posisi industri game sebagai bagian dari ekonomi kreatif Indonesia.

Ketua Umum AGKDI, Hendri Andrigo Sutanto, menegaskan bahwa capaian IGEX 2025 menjadi fondasi strategis untuk pengembangan program di tahun berikutnya.
“Melalui IGEX, kami tidak hanya menghadirkan ruang hiburan, tetapi juga membangun ekosistem yang mempertemukan industri, komunitas, dan pemerintah. Ini adalah langkah nyata dalam membentuk masa depan industri game Indonesia yang kuat dan berkarakter,” ujar Hendri.

Selain pelaporan kegiatan, AGKDI juga memaparkan rencana program kerja tahun 2026 yang akan difokuskan pada percepatan industri game dan konten digital melalui pendekatan kolaboratif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta integrasi yang lebih kuat antara teknologi dan budaya Indonesia.
Diskusi yang berlangsung turut menekankan pentingnya menjadikan budaya Indonesia sebagai fondasi utama dalam pengembangan konten digital, termasuk game. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan keunggulan kompetitif di tingkat global sekaligus memperkuat identitas nasional di era digital.

“Game dan konten digital adalah medium baru dalam menyampaikan narasi budaya. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi produsen utama konten berbasis budaya yang memiliki daya saing global,” tambah Hendri.
AGKDI juga menegaskan bahwa percepatan industri membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta komunitas kreatif. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui pertemuan ini, AGKDI menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan industri game dan konten digital nasional, sekaligus menjadikan budaya Indonesia sebagai kekuatan utama dalam transformasi ekonomi kreatif di masa depan.
Tentang AGKDI
Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) merupakan organisasi yang menaungi pelaku industri game dan konten digital di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan ekosistem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.